Wonderful Ambon, Program Kolaborasi CKA dan AIESEC Membangun Desa Mandiri

image

Jakarta, UrbannewsID. | Pemerintah Indonesia saat ini telah berkomitmen menjadikan desa sebagai pondasi pembangunan nasional. Desa pun akan mengambil peran sentral dalam mewujudkan cita-cita Tri Sakti, yakni berdaulat secara politik, bermartabat secara budaya, dan mandiri secara ekonomi.

Maka lahirlah, gerakan nasional Desa Membangun Indonesia menjadi paradigma baru dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Termasuk membangun konsensus nasional yang melibatkan kelompok masyarakat sipil, organisasi profesi, kelompok akademisi, dan Pemerintah Daerah.

Dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa dimaksud, adalah membangun sebuah kesadaran masyarakat lokal dalam mewujudkan masyarakat desa yang mandiri. Salah satunya, melalui pembinaan dan peningkatan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan, kesadaran, serta pemanfaatan sumber daya alam dan budaya.

Berangkat dari hal tersebut diatas, dan guna mendorong tumbuhnya industri kreatif di pedesaan dan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas masyarakat desa, serta terealisasi pemenuhan kebutuhan dasar rakyat pedesaan. Yayasan Citra Kasih Abadi (CKA) bekerjasama dengan komunitas Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) menyelenggarakan program sosial bertajuk “Wonderful Ambon”.

Program Wonderful Ambon yang akan dicanangkan mulai 15 Juli di Desa Tihulale Maluku Selatan, sebelah barat pulau Seram, Ambon. Bertujuan membuka peluang potensi alam Maluku yang indah, latar belakang kekayaan budaya setempat, kekayaan laut dan kulinernya yang masih belum maksimal diangkat menjadi tujuan dan daya tarik wisata dunia.

Selain meningkatkan potensi wisata Desa Tihutale yang kaya akan sejarah nenek moyang raja-raja, program ini juga meningkatkan skema “active involvement” yaitu melibatkan masyarakat secara langsung. Secara spesifik, penduduk lokal akan diarahkan untuk termotivasi menekuni beberapa bidang, yakni jadi pengusaha homestay dirumah mereka masing-masing, pengusaha makanan untuk penunjang konsep tujuan wisata kuliner lokal, dan pengusaha cendera mata atau produk handicraft fungsional lainnya.

Untuk itu, CKA bersama AIESEC) mendatangkan 20 orang tenaga intership internasional dari beberapa negara untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurut perwakilan dari AIESEC Gratia Wirata Sidabutar, mereka yang akan terlibat selama dua bulan ini, akan membantu memberi bimbingan dan mengembangkan masyarakat lkal menjadi pengusaha dibidang pariwisata. Mulai pelatihan dari bahasa Inggris, hingga pembimbingan pengelolaan industri Food & Beverage.

“Kami melihat peluang potensi alam Maluku yang indah, latar belakang kekayaan budaya setempat, kekayaan laut dan kulinernya yang masih belum diangkat menjadi tujuan dan daya tarik wisata dunia. Untuk itu kami ingin dapat menggali potensi wisata Maluku itu, dengan melibatkan penduduk lokal,” jelas Melly Utami selaku Project Lead CKA Wonderful Ambon, saat jumpa pers Saung Layaran Ancol, Jakarta, Selasa (12/7).

Roy Darmawan, Tim Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI yang hadir dalam acara tersebut diatas mangatakan, pada era globalisasi ini, ketika batas-batas Negara semakin tersamar dengan kemajuan teknologi serta informasi, kalau tidak bergerak maju kemungkinan kita akan bergerak mundur. Dunia semakin terkoneksi, kompetisi terus meningkat, dan mereka yang mampu menangkap peluang, beradaptasi, serta berkarya didunia global inilah yang akan menjadi pemenang.

Program Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah program berupa proses pembangunan di mana masyarakat desa berinisiatif untuk memulai proses kegiatan sosial untuk memperbaiki situasi dan kondisi diri sendiri. Pemberdayaan masyarakat desa hanya bisa terjadi apabila warganya ikut berpartisipasi. Maka diperlukan pengkayaan dan penguatan, baik melalui pendidikan formal dan ketrampilan, kepemimpinan (leadership), inovasi (innovation ability), dan komunikasi lintas budaya (cross cultural communication).

Selain, program “Wonderful Ambon” yang dicanangkan di Desa Tihulale Maluku Selatan, sebelah barat pulau Seram. CKA juga berencana akan melanjutkan upaya yang sama pada tujuan wisata terbaru yang masih belum banyak terjamah wisatawan dan memiliki keindahan pemandangan laut luar biasa, pantai berpasir putih; Pulau Kei dan daerah pegunungan Pulau Buru.|Edo (Foto Dudut SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*