Trio Katiga, Wajah Lama Dalam Kemasan ‘Kemarin Hari Ini dan Esok’

IMG_20180602_222006-610x417

UrbannewsID Musik | Dipanggung musik tanah air, saat ini tidak melulu di dominasi oleh artis atau musisi wajah-wajah baru. Kini, wajah-wajah lama pun kembali bangkit dan muncul kepermukaan, untuk mengisi ruang-ruang populis yang telah lama mereka geluti di dunia entertainment, khususnya tarik suara.

Seperti, kelompok trio beranggotakan Nakumi, Julian dan Evie Ayu, yang sudah berteman sejak lama satu sama lainnya, berkumpul kembali dengan ditandai lahirnya sebuah karya perdana mereka bertajuk ‘Kemarin Hari Ini dan Esok’. Kelompok yang menamakan dirinya KATIGA ini, sejatinya adalah wajah-wajah lama dijagat musik Indonesia.

Misalnya sosok Nakumi, sebelumnya ia pernah merilis album berjudul ‘Sepi’. Selain itu, pernah merilis album bersama Peter F Gontha, Syaharani dan lain-lain. Termasuk merilis single dan juga album religi. Kemudian Julian, pernah merilis beberapa album bersama grupnya terdahulu yaitu Male Voice membawakan karya Younky Soewarno dan Iwang Noorsaid.

Sedangkan, Evie Ayu pernah merilis album pada tahun 1994, kemudian pernah menjadi vocal latar dari kelompok duo BillBroad yakni Ary Wibowo dan Nyong Anggoman dalam lagunya sangat hits ‘Madu dan Racun’. “Kebetulan kami bertiga ini secara nggak sengaja ada dalam zodiac yang sama yaitu Cancer berlambang kepiting. Jadi KATIGA bisa dimaknai menjadi Tiga Kepiting,” jelas Evi.

Nakumi menambahkan, selain memiliki bintang yang sama, mereka bertiga pernah bergabung dalam satu kelompok vokal di salah satu partai. “Jadi tidak heran, secara pribadi kita sudah saling mengenal karakter masing-masing. Hingga tidak ada kesulitan untuk saling mengisi dan membangun chemistry,” imbuh Nakumi.

Julian menyebutkan, ditengah kesibukan masing-masing, namun saat ada rencana penggarapan single, mereka antusias untuk berkumpul. “Ya, ini proyek pertama kami setelah sekian lama sibuk sendiri-sendiri, bahkan untuk menentukan hari untuk syuting videoklip saja cukup susah ngatur waktunya. Saya datang kemari juga habis jadi MC, selain juga sibuk kerja”, tambah Julian.

Menariknya, mereka sepakat untuk melambungkan nama kelompok barunya ini. Bahkan jika mereka bertiga dinaungi keberuntungan lagunya diterima masyarakat, mereka siap untuk meninggalkan aktivitas kesehariannya. “Kami pikir ini menjadi konsekuensi logis, ketika memutuskan bertiga kembali bermusik harus bisa dipertanggung jawabkan,” pungkas Julian.

IMG_20180602_222108

Lagu ‘Kemarin Hari Ini dan Esok’ yang diciptakan oleh Deddy Dhukun ini, memang sengaja dibuat khusus untuk kelompok Trio KATIGA. “Proses pembuatan lagunya sangat singkat, kurang lebih satu jam saja. Lagu tersebut bercerita tentang tiga hari kehidupan manusia, yaitu; kemarin yang telah berlalu dan tak mungkin kembali lagi, esok hanyalah khayalan, dan hari ini atau sekarang yang kita miliki,” jelas Deddy Dhukun.

Usai melepas single perdana karya Deddy Dhukun, dan aransemennya digarap Adi Dharmawan dari band Halmahera. Mereka berencana akan mempersiapkan lagu baru lagi, untuk single kedua. “Do’a kan Insya Allah setelah rilis single ‘Kemarin Hari Ini dan Esok’ karya terbaru Deddy Dhukun ini, paling lambat sekitar tiga bulan kedepan kita akan menggarap single kedua,” tukas Nakumi.

Konon katanya, single ini tidak hanya sebagai wujud eksistensi mereka, tapi juga sebagai sumbangsih mereka buat musik Indonesia. Kalau memang niatnya demikian, perlu dicatat dan digaris-bawahi, bahwa konsistensi atas pilihan untuk kembali bermusik, menjadi satu kunci penting dalam pencapaian selanjutnya.

Karena perlu diingat!, ketika mereka bertiga sudah memutuskan kembali kedunia panggung hiburan menjadi musisi atau penyanyi, jangan ada lagi punya pikiran hanya sekedar mencoba adu peruntungan, apalagi iseng-iseng berhadiah. Tapi, sejatinya harus diperjuangkan apa yang ingin diraihnya. Dan, ditambah lagi dengan kata berani hidup dari musik!.

Memang, kata orang hidup ini seperti roda, tidak bisa ditebak kapan di atas, atau nyusruk di bawah. Dan menjadi musisi atau penyanyi, bukan saja butuh keberanian tapi perhitungan yang cermat. Kalau tidak, dijamin nyusruk beneran. Maksudnya, yaitu musisi atau penyanyi harus mendidik dirinya sendiri untuk tahu banyak hal positif di industri musik. Musisi harus pula bisa jadi manajer, pelayan, player, dalam arti yang baik.|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*