Trilogi Alina, Rangkaian Tiga Cerita Pendek Karya Seno Gumira

PEMBACAAN TRILOGI ALINA - DIAN SASTROWARDOYO

Jakarta, UrbannewsID. | Masih di dalam tema Sastra, pada akhir pekan ini Galeri Indonesia Kaya menampilkan sebuah pertunjukan rangkaian tiga cerita pendek bertajuk Trilogi Alina. Rangkaian cerita pendek yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma dibacakan oleh Abimana Aryasatya, Butet Kartaredjasa, dan juga Dian Sastrowardoyo di auditorium Galeri Indonesia Kaya.

Cerita pertama, Sepotong Senja untuk Pacarku (1991) berkisah tentang bagaimana seseorang telah memotong pemandangan senja, untuk dikirimkan kepada Alina yang dianggapnya kekasih, sehingga langit pun berlubang. Kegemparan yang terjadi akibat hilangnya senja itu harus ditanggungnya, tetapi ia berhasil memasukkan senja itu ke dalam amplop dan mengirimkannya.

Ternyata kiriman itu baru diterima Alina sepuluh tahun kemudian, dengan segala dampak yang dimungkinkan ketika amplop itu terbuka dan semesta senja di tepi pantai tumpah ruah memenuhi dunia. Cerita kedua, Jawaban Alina (2001), adalah surat Alina tentang segenap peristiwa yang dialaminya, kepada Sukab yang ternyata adalah pengirim senja itu. Namun mengapa surat itu baru tiba sepuluh tahun kemudian?

PEMBACAAN TRILOGI ALINA - SENO GUMIRA AJIDARMACerita ketiga, Tukang Pos dalam Amplop (2001), berkisah tentang tukang pos yang mengantar surat tersebut, yang karena penasaran dengan cahaya senja dari dalam amplop, lantas tergoda mengintip dan membukanya, sehingga terperosok masuk amplop. Tidak kurang dari sepuluh tahun ia berada di dalam amplop, dengan segenap pengalaman ajaib yang hanya mungkin terjadi dalam cerita ini.

Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan, penikmat seni, selain menyaksikan pembacaan karya dari salah satu penulis kebanggan Indonesia, Seno Gumira Ajidarma. Mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya kiat-kiat penulisan karya sastra yang baik pada acara yang bersifat interaktif ini. Sehingga, penikmat seni tidak hanya sekedar menyaksikan pertunjukan, namun mereka juga mendapatkan ilmu baru dalam dunia sastra.

Sementara, Seno Gumira Ajidarma yang dilahirkan tahun 1958. Bekerja sebagai wartawan sejak 1977, kini beliau tergabung dengan panajournal.com, dan menulis tentang kebudayaan kontemporer di berbagai media. Seno juga banyak menerima sejumlah penghargaan karya sastra, dan masih aktif mengajar sastra di berbagai perguruan tinggi.

Sebagai penulis Trilogi Alina, saya tentu senang karya yang saya selesaikan setelah sepuluh tahun ini dapat diapresiasi dengan antusiasme tinggi dari penikmat seni saat menyaksikan pembacaan yang dilakukan oleh Abimana Aryasatya, Butet Kartaredjasa dan Dian Sastrowardoyo, tadi. Selain itu, alunan musik yang dibawakan oleh Boris P. Simanjuntak dan Eugene Bounty ini membuat cerita pendek ini lebih hidup. Semoga dengan pembacaan tadi dapat menginspirasi penikmat seni yang hadir untuk menciptakan cerita-cerita pendek baru dengan ide-ide yang lebih segar sehingga dapat memperkaya khasanah sastra Indonesia.”

|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*