Tren Wisata Kuliner, Kini Semakin Populer!

IMG_20180918_212603-800x545-600x409

Foto (Ki-Ka): William Wongso (Pakar Kuliner), Beby Vinny Mulyadi (Founder Pelangi Benua), Santhi Serad (Chief of Aku Cinta Masakan Indonesia-ACMI), di acara The Rise of Food Tourism di Jakarta, Senin (17/9).

UrbannewsID Travel | Saat ini, hampir setiap orang jika berpelesiran atau berwisata mengunjungi suatu destinasi baru pasti ingin mengeksplorasi beragam makanan dan minuman otentik lagi unik yang tidak dijumpainya di daerah asalnya. Ketertarikan publik pada makanan yang terus meningkat, pada akhirnya mengubah pariwisata makanan menjadi tren global baru.

Tidak seperti pariwisata umum, pariwisata makanan berfokus pada pengalaman kuliner – bukan sekadar tamasya. Ada kepuasan dan sensasi tersendiri saat mencobanya. Apalagi di era millennial, dimana kaum muda mulai tertantang berburu kuliner untuk ekplorasi soal makanan sekaligus ditampil secara visual sejak percepatan teknologi di era digital seperti kehadiran smartphone, dan merebaknya sosial media.

Bangkitnya wisata kuliner menjadi tren baru bagi para treveler (wisatawan). Founder Pelangi Benua, Beby Vinny Mulyadi, inisiator penyedia jasa tur kuliner mengatakan, berdasarkan studi generasi milenial kedepannya akan mendominasi populasi travelers, dan mereka menjadi penentu dari trend baru wisata. Mulai dari merencanakan sebuah perjalanan sampai ke petualangan tentang kuliner.

“Bicara perubahan tren dimaksud, bukan sekedar menikmati rasa makannya saja, namun lebih jauh daripada itu yakni melingkupi tentang budaya, sejarah, dan cerita unik di baliknya. Konten inilah yang kemudian digunakan oleh para kaum milenial untuk berbagi melalui media sosial. Jadi, para travelers mendapatkan pengetahuan dan pengalaman budaya yang unik dari tempat yang mereka datangi,” jelas Beby, dalam acara The Rise of Food Tourism di Jakarta, Senin (17/9).

Seiring perkembangan zaman, perubahan-perubahan trend di masyarakat khususnya anak muda dari dulu hingga sekarang ini memang selalu berubah, tidak hanya dari segi fashion, gaya hidup ataupun hobi saja, kini cara menikmati makanan pun sama. “Selain soal rasanya yang nikmat, cara memasak, bumbu apa saja yang digunakan, bagaimana penyajiannya, tempat makannya, jika perlu ikut terlibat untuk merasakan sensasinya,” tukas Santhi Serad, Chief of Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI).

Pakar Kuliner William Wongso, ikut menjelaskan, bahwa zaman sekarang ini jauh lebih mudah bagi travelers untuk mengetahui ragam jenis makananan atau minuman otentik yang menjadi unggulan di setiap negara. Ikut eksplorasi kekayaan kulinernya di spot-spot yang unik berkat media sosial. Menurutnya, beda di jamannya dulu, sekitar tahun 95-an, mau wisata keluar negeri hanya mengandalkan katalog atau majalah saja.

“Mungkin sekitar lima tahun belakangan ini, era digital sangat memudahkan orang mencari tempat-tempat paling eksotik menikmati kuliner, termasuk juga para palaku penyedia jasa wisata kulinernya. Sebagai contoh, di Vietnam ada penyedia jasa wisata kuliner menggunakan Vespa untuk berkeliling ke tempat makan paling unik dengan pengemudi perempuan yang sekaligus pemandunya. Dan, ini berjalan berkat kerjasama dengan komunitas biker setempat,” jelas Om Will, panggilan akrabnya.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*