Tenun & Songket “Babe” Jadi Busana 15 Pasang Abnon Jaksel 2017

Ibu Anna Mariana Mendapat penghargaan (5)

Jakarta, UrbannewsID.| Malam Grand Final Pemilihan Abang None Jakarta Selatan 2017 yang di ikuti 15 pasang AbNon untuk memperebutkan juara pertama, dan selanjutnya berhak menjadi wakil wilayah untuk maju ke tingkat Provinsi DKI Jakarta di gelar hari ini, Sabtu (29/4/) malam di Balai Sarbini – Jakarta.

Acara yang di buka oleh Wakil Walikota Jakarta Selatan, Drs. Irmansyah, M.Sc. Kegiatan Abang None yang sudah ada sejak tahun 1968, dan dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Jakarta. Merupakan suatu perwujudan nyata untuk melestarikan budaya Betawi sekaligus sebagai aset Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta.

Acara yang dihadiri Anna Mariana, sosok pejuang dan pelestari kain tenun dan songket nusantara dalam acara tersebut bukan sekedar tamu undangan, tapi karya tenun dan songket terbarunya yang diberi nama Babe (singkatan Bali-Betawi) dipercaya untuk dikenakan oleh 15 pasang AbNon Jakarta Selatan. Termasuk, kostum untuk pembawa acara dan para juri yang terdiri dari 7 orang, 4 diantaranya pria dan 3 wanita.

Anna memang kerap terlibat dalam ajang pemilhan Abang None mulai dari tingkat wikayah sampai ke tingkat Provinsi. Bukan hanya sekedar mengenalkan kain dan busana tradisional khas nusantara saja, namun juga sebagai nara sumber atau motivator dalam membangun pribadi-pribadi para AbNon untuk mencitai budaya serta produknya sendiri.

ABNON JAKSEL 2017-02-DSP

Anna mengkreasikan tenun dan songket Babe berawal dari ketertarikannya melestarikan budaya Betawi. Sebagai tokoh dan pelopor tenun nusantara, Anna senang bereksperimen membuat design yang memuat corak bernafas baru. “Saya menciptakan design dengan sentuhan budaya Bali dan Betawi (Babe) dalam selembar kain tenun.”

Dalam inovasi yang baru saja diperagakan para AbNon ini, rencananya akan di perkenalkan dan di proklamirkan secara resmi bertepatan di Hari Ulang Tahun Jakarta, bulan Juni mendatang. Anna membuat suatu akulturasi budaya yang tidak biasa dalam karyanya ini, melalui anak-anak muda lulusan pesantren dan khatam Al Qur’an ikut pelatihan di 60 titik pengrajin binaan Anna yang tersebar di Bali.

Terciptanya tenun “Babe” atas inisiasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Soni Soemarsono yang baru-baru ini datang menjenguk seniman tenun binaannya di Bali. Menurut Anna, Sumarsono berpesan, sedikitnya ada dua kelebihan dalam kreasi Babe. Pertama akan ada lintas karya antara Bali dan Betawi, juga ada lintas agama antara Islam dan Hindu.

IMG_20170430_093855

“Kemudian beliau memberi usul untuk membuat ragam desain yang lebih banyak untuk tenun Betawi yang sedang kami kerjakan, seperti perlu memadukan desain Bali dan Betawi dalam satu kain. Disain yang langsung dibuatkan Perpu Gubernur ini, sekaligus menegaskan Betawi merupakan penganut budaya yang sangat terbuka, dan Babe langsung saya kerjakan,” ujar Anna .

Menurut Anna, sejak dulu budaya Betawi tumbuh dan berkembang dari beragam akulturasi ”Antara Cina, India, Arab dan Melayu”. Sehingga ini akan memberikan khasanah pluralisme Jakarta dan memperkuat NKRI. “Motif tenun Babe yang memadukan dua daerah itu memperlihatkan ikon Betawi seperti Monas, Sirih Kuning, Ondel-Ondel, Tanjidor dan Elang Bondol. Sedangkan ikon Bali yang muncul berkisar pada Tari Pendet, Barong dan Pura,” tutur Anna, menutup perjumpaan.|Edo (Foto Dudut SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*