Sastra Indonesia Dalam Tampilan Dialog Dua Insan “Sukreni Gadis Bali”

image

Jakarta, UrbannewsID. | Di penghujung bulan Juli lalu, Galeri Indonesia Kaya bersama Titimangsa Foundation menggelar pertunjukan teater yang diangkat dari novel karya sastrawan Indonesia, A.A. Panji Tisna. Pementasan yang berjudul Sukreni Gadis Bali ini menampilkan dialog antar dua orang yang diperankan Reuben Elishama dan Angelina Arcana dan disutradari Wawan Sofwan.

Pementasan yang digelar di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, hari ini bercerita tentang Ida Bagus Swamba dan Sukreni yang sebentar lagi akan menikah. Seminggu sebelum hari penikahan mereka, Sukreni menghilang. Ida Bagus Swamba dengan patah hati mencari Sukreni kemanapun dan tidak berhasil menemukannya. Setelah beberapa waktu, Ida Bagus Swamba bertemu dengan Astaman yang mengetahui keberadaan Sukreni. Swamba mendatangi Sukreni, meminta jawaban dari Sukreni, dan Sukreni menceritakan sebuah tragedi pahit yang menimpanya menjelang hari pernikahan mereka.

image

“Pementasan teater Sukreni Gadis Bali ini menunjukkan ragamnya kekayaan sastra Indonesia yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan dijual di mancanegara. Pementasan ini diharapkan memberikan kontribusi positif dalam melestarikan, mengembangkan, dan semakin meningkatkan rasa cinta terhadap warisan sastra budaya Indonesia, khususnya generasi muda untuk terus berkreasi dan berkarya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Ini merupakan pengalaman yang baru bagi Reuben Elishama untuk tampil di panggung teater dan membawakan peran sebagai pemuda Bali. “Kisah Sukreni Gadis Bali ini berlatar belakang kehidupan dan peradaban di Bali pada masa lampau. Pementasan ini mengharuskan saya mempelajari adat istiadat Bali agar dapat menyelami karakter Ida Bagus Swamba dan Angelina Arcana banyak membantu saya dalam riset ini. Ini menjadi pengalaman berbeda untuk tampil di atas panggung teater dibanding tampil di layar kaca seperti yang selama ini saya lakukan,” ujar Reuben Elishama.

image

Di pertunjukan kali ini, penikmat seni juga diajak melihat kiprah sastra Indonesia di mancanegara dengan lebih dalam bersama Leila S. Chudori. Jurnalis dan penulis ini turut hadir menceritakan sastra-sastra Indonesia yang telah dinikmati di seluruh dunia.

“Menampilkan pementasan yang mengangkat cerita dari novel adalah salah satu cara efektif untuk mengenalkan generasi muda akan karya-karya sastra Indonesia yang telah mendunia. Saya menyambut positif perkembangan saat ini, dengan adanya internet membuat orang sadar bahwa membaca buku dan sastra itu adalah hal yang keren,” ujar Leila S Chudori.|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*