Reuni Keluarga Persari di Mega Indonesia Karya Emas Anak Bangsa RTV

image

Jakarta, UrbannewsID.| Persari dikenal sebagai nama perusahaan rumah produksi film ayah Camelia Malik, yakni Djamaluddin Malik seorang pejuang dan tokoh perintis industri perfilman di tanah air. Hingga tahun 1966, Djamal telah memproduksi sebanyak 59 judul film. Yang terakhir bertajuk “Menyusuri Jejak Berdarah”, dan memperoleh penghargaan untuk kategori tata sinematografi terbaik dalam Pekan Apresiasi Film Nasional 1967. Pada tahun 1969, dia ditunjuk sebagai Ketua Dewan Film Nasional. Posisi itu diembannya hingga ia menghadap sang Khalik.

Camelia Malik atau akrab disapa Mia, putri kedua Djamaluddin Malik yang juga seorang artis kemudian meneruskan cita-citanya untuk mengembangkan industri film Indonesia. Iyang merupakan artis terkenal, kemudian meneruskan cita-citanya untuk mengembangkan industri film Indonesia. Persari akhirnya bergerak sebagai pelopor rumah produksi sinetron di Indonesia. Sederet nama besar sutradara di dalamnya, antara lain Putu Wijaya, Chairul Umam, Buce Malawau, Agusti Tanjung, Ucik Supra, Boy Roring dan lain-lain.

Sederet karya telah dilahirkan, dan sejumlah bintang tenar pun ikut terlibat. Sebut saja, Camelia Malik, Nani Wijaya, Connie Sutedja, Toro Margens, Drg Fadli, Billy Boejanger, EL Manik, Lukman Sardi, Cornelia Agatha, Achmad Albar, Agus Kuncoro, Jaja Miharja dan lain-lain. Dari sisi cerita, setiap judul yang diproduksi Persari terinspirasi dari lagu-lagu terbaik saat itu, seperti karya Ebiet G Ade, God Bless, Rhoma Irama, Dewa 19, Meggy Z, dan juga Mansyur S. Sebagian musiknya pun digarap para musisi terkenal yakni Indris Sardi, Purwacaraka, Idham Noorsaid, serta Chossy Pratama.

Jadi, tidak heran bila sinetron maupun film televisi digarap secara serius dengan memperhatikan sinematografi, sehingga hasilnya seperti film layar lebar. Karya emas anak bangsa inilah, akhirnya menarik minat Rajawali Televisi (RTV) mengangkat dan mengetengahkan kembali ke layar kaca sebagai pengobat rindu akan tontonan drama Indonesia yang berkualitas dari sisi cerita, gambar dan pemain. “Cerita drama yang dibuat Persari ini, merupakan hasil karya dari orang-orang yang memiliki passion yang tinggi untuk mengangkat nilai-nilai budaya bangsa dan kearifan lokal yang sangat inspiratif,” jelas Artine S. Utomo, CEO RTV di Kopi Cini Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (8/11).

Drama Indonesia yang membawa tema Karya Emas Anak Bangsa ini, mulai tayang pada tanggal 14 November 2016 setiap hari Senin hingga Minggu, pukul 19.30 WIB. Beberapa seri yang bisa kita saksikan nanti, di antaranya “Panggung Sandiwara” garapan EL Manik yang dibintangi Billy Boejanger, Camelia Malik, Farouk Afero, dan tentunya EL Manaik sendiri. “Aku Ingin Pulang” karya Agusti Tanjung dengan pemain Cornelia Agatha, Billy Boejanger, Krisna Mukti, dan Rico Tampaty. “Melodi Cinta” dengan sutradara Agusti Tanjung serta pemain Denny Malik, Helmalia Putri, Camelia Malik, Jaja Miharja, Ida Kusumah, dan Viona Rosalina.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*