Perjalanan Sebuah Lagu, Jadi Kado Istimewa 60th Candra Darusman

image

Jakarta, UrbannewsID. | Pria bernama lengkap Candra Nazarudin Darusman, atau biasa disapa Candra Darusman saja, terbilang musisi yang langka. Bukan saja kepiawaiannya mengolah nada dan lagu hingga menghasilkan karya-karya hits bersama kelompok musiknya, Chaseiro dan Karimata. Tapi, perhatiannya, pemikirannya serta perjuangannya untuk melindungi para seniman musik di Indonesia akan hak karyanya terus dilakoni hingga kini.

Candra memang vakum menghasilkan karya musik, tapi ia tetap berada dunia musik lewat medium yang berbeda. Konsistensinya bergelut dengan problematika dan pengembangan kebijakan HAKI, mulai di Persatuan Artis Pencipta Lagu, Penata Musik Indonesia (PAPPRI), Yayasan Karya Cipta Indonesia, sampai didampuk menjadi konsultan di World Intelectual Property Organization (WIPO) di Geneva, Swiss. Dan, kini pun sebagai Deputy Director WIPO di Singapura.

Candra Darusman yang dikenal pula sebagai salah seorang pelopor festival musik di Indonesia, yakni “Jazz Goes To Campus” ini. Berkat perjuangannya memelopori pentingnya hak cipta dilindungi agar inovasi dan kreativitas para seniman musik bisa tumbuh subur. Akhirnya, Candra memperoleh Anugerah Kebudayaan Dan Maestro Seni Tradisi 2016 bersama 54 penggiat lainnya dari Kemendikbud, dalam kategori Pencipta, Pelopor dan Pembaruan, Jumat (23/9) malam, di TIM, Jakarta.

Karena dedikasinya yang begitu konsisten dan penting dalam dunia musik Indonesia, maka tidak salah, jika Signature Music bermaksud untuk memberikan sebuah penghormatan kepada Candra Darusman di usianya yang kini menginjak 60 tahun dengan menerbitkan sebuah buku tentang Intelectual property dan hak cipta dalam industri musik karya Candra Darusman sendiri, dan sebuah album musik yang melibatkan para sahabatnya.

Buku yang diberi judul “Perjalanan Sebuah Lagu” ini, merupakan sebuah pengenalan tentang segala hal yang berhubungan dengan karya cipta, ditulis dari pengalaman dan pandangan seorang Candra Darusman. Diharapkan buku ini dapat memberikan gambaran dan menjadi pegangan bagi para pencipta di Indonesia akan hak, kewajiban dan perlindungan atas karya ciptaannya. “Dalam buku ini, saya ingin berbagi bagaimana proses penciptaan, pengelolaan, dan pemanfaatannya,” ujar Candra, di studio Erwin Gutawa dalam acara kick-off buku dan albumnya, Sabtu (24/9) siang.

Sedangkan album musik yang berjudul “It’s Amazing – Perjalanan Karya Candra Darusman” ini, akan menampilkan 12 lagu karya Candra yang pernah direkamnya bersama Chaseiro, Karimata dan juga solo albumnya, plus ditambah 2 lagu baru. Menariknya, di album ini Candra Darusman tidak sendiri. Para sahabatnya pun ikut mendukung dan terlibat langsung sebagai arranger, yakni Addie MS, Erwin Gutawa, Yivie Widiyanto, Tohpati dan Andi Rianto. Termasuk para penyanyinya ada Maliq & D’Essentials, Glenn Fredly, Fariz RM, Sheila Majid, Shili & Adi hingga Andien.

Menurut Panji Prasetyo dari Signature Music Indonesia, bahwa buku dan karya Candra Darusman akan segera memasuki tahap produksi, dan direncanakan dirilis pada Agustus 2017. Ya, kita do’a kan saja semoga cepat rampung. Hal ini sangat penting, untuk sebuah pendokumentasian atas karya sekaligus pelakunya guna melengkapi perjalanan sejarah musik di Indonesia. Karena, kita begitu banyak kehilangan atas karya dan buah pemikiran dalam ragam bentuk para pelaku seni yang tercecer dan tidak tercatat dengan baik.

Semoga pula, khususnya buku yang berisi buah pemikiran Candra tentang Intelectual property dan hak cipta dalam industri musik ini, hadir menjadi catatan yang berada diruang baca hanya sekedar orang tahu. Tapi, perlu juga di implementasikan dalam bentuk nyata lewat sebuah gerakan kolektif para pelakunya untuk bersama-sama merumuskan cetak biru yang tekait dengan policy dan kebijakan industri musik di Indonesia sebagai pedoman masa depannya. Semoga!|Edo (Foto Dudut SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*