Pegadaian Kini Berlari Cepat Menembus Jaman!

IMG_20180402_001407-776x559-800x576-600x432

UrbannewsID Bussines | Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pegadaian (Persero) terus melakukan transformasi disektor bisnisnya secara agresif yang tidak hanya memberikan pinjaman instan. Tapi secara korporasi, saat ini upaya pembiayaan berbasis gadai dan fiducia merambah lini bisnis emas, jasa, dan multifinance. Hal ini, sebuah inovasi mengikuti perkembangan jaman. Sebab, sebagai perusahaan tentunya membutuhkan effort luar biasa hingga pihak manajemen berupaya mengelola apa yang ada di Pengadaian sesuai permintaan pasar.

Pegadaian yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pertama kali, pada tanggal 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat. Tepat dihari ulang tahunnya yang memasuki usianya ke-117 tahun, Pegadaian menggelar ‘Literation Fair 2018’ di 19 Kota di Tanah Air secara serentak, sebagai upaya memperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat berbagai produk dan layanan yang semakin beragam. Menurut data riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Iiterasi atau pengetahuan penduduk tentang pegadaian masih terbilang rendah.

Pegadaian Literation Fair yang digelar di maI ini, ke-19 kota meliputi Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Bandung, Jakarta, Semarang, Tegal, Yogyakarta, Bekasi, Surabaya, Denpasar, Makassar, Manado, dan Jayapura. “Baru sekitar 15% dari jumlah penduduk Indonesia yang tahu pergadaian. Sedangkan yang menjadi nasabah Pegadaian baru 5 persen. Untuk itu, gelaran ini akan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bisnis pergadaian,” jelas Arifmon, Pemimpin Wilayah Kanwil VIII Jakarta PT Pegadaian (Persero), Minggu (01/4) malam, di Summarecon Mall Bekasi.

“Diharapkan dari hari ke hari, semakin banyak masyarakat khususnya pelaku usaha mikro dan UKM semakin mengenaI Pegadaian. Secara nasionai, kami punya target tahun ini meningkatkan nasabah Pegadaian naik sekitar 2 juta dari semula 9,5 juta nasabah menjadi 11,5 juta nasabah. Berarti, 41 triliun secara Nasional, dan atau 4,1 triliun secara regional khususnya Kanwil VIII Jakarta dengan coverage area: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Bekasi, Karawang, Depok dan Bogor. Literation Fair menjadi sangat strategis dan efektif untuk memperkenalkan bisnis pergadaian berserta produk Iayanannya.” pungkas Arifmon, menambahkan.

Pegadaian yang juga merambah bisnis Properti (Hotel Pessona) dan Balai jasa lelang, terus berupaya memperkenalkan berbagai lini bisnis selain gadai yang belum banyak diketahui masyarakat. Seperti mikro finansial, pola pembiayaan syariah, investasi emas, tabungan emas, aneka jasa pembayaran iuran televisi berlanggan, telepon, air, pembelian pulsa hingga pembiayaan haji. Tidak hanya lewat Literation Fair untuk masyarakat umum, Pegadaian yang mulai gencar menyasar generasi millennial dengan memperkenalkan investasi emas sejak dini melalui goes to scholl and campus, agar mereka terbiasa berinvestasi dalam bentuk emas serta produk tabungan emas.

Tidak hanya itu, percepatan di era digital juga mendorong Pegadaian melakukan digitalisasi business process, pengembangan distribution channel melalui Agen Pegadaian maupun produk berbasis digital, termasuk tranformasi di bidang human capital termasuk corporate culture. Menurut Anna Savitri, Deputy Bisnis Area Bekasi Pengadaian, menuturkan, ”Saat ini sangat penting mendekatkan konsumen dengan Pegadean, terutama generasi millenial, aplikasi digital service di android sudah menjadi keharusan. Mereka tidak perlu lagi datang ke counter, untuk mengetahui produk Pegadean. Terutama untuk memperkenalkan tabungan dan investasi emas sejak dini,” ungkap Anna Savitri.

Pegadaian juga melakukan inovasi wajah pelayanannya, dengan membuka ‘The Gadai Cafe and Gold’, tempat nongkrong kawula muda bincang santai sambil nyeruput kopi. Café yang rencana di lauching tanggak 5 April mendatang ini, baru dibuka di Pegadaian Cabang Pembantu Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, rencana akan di buka di cabang lainnya. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, Pegadaian juga melakukan sosial movement lewat program CSR, melalui bina lingkungan, pendidikan, rumah ibadah, dan bantu lestarikan budaya serta event kemilau emas penggadaian.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*