Pameran Lukisan 3 Perupa Perempuan di Hari Kartini!

aaa_IMG_9241

Jakarta, UrbannewsID.|Lagu anak-anak ciptaan SM Mochtar yang populer pada tahun 1970an berjudul “Kasih lbu”, memiIiki syair sangat sederhana namun mengandung makna yang dalam tentang peran seorang ibu sepanjang masa. Siapapun yang mendengar lagu tersebut akan merasa luluh. Termasuk, jika kita mencoba memahamai sejauh mana ’makna kasih ibu’ dikaitkan dengan konsep kreativitas.

Menjadi seorang ibu dengan peran domestik dalam rumah tangga merupakan hal yang biasa dalam kebanyakan masyarakat Indonesia, namun ketika di antara celah waktu perempuan Indonesia mampu menghadirkan nilai-nilai dan pesan moral melalui karya seni, itu merupakan satu prestasi tersendiri.

Terlebih jika karya seni tersebut dapat memperkaya dinamika sejarah perkembangan seni rupa Indonesia, maka di sanalah peran Perupa Perempuan Indonesia layak mendapat ”panggung budaya”. Spirit ituIah yang tercermin pada Pameran 3 Perupa Perempuan Indonesia: Neneng Sia Ferrier, Ika Yuni Purnama, dan Rina Kurniyati melalui Pameran bertajuk ”Time Lovers” Kreativitas lbu Sepanjang Masa, hasil kerja sama Kelompok Seni Time Lovers dan Galeri Nasional Indonesia.

aaa_IMG_9124

Kreativitas bagi seorang ibu terbagi dalam dua dimensi, (i) ’kreativitas gelombang pertama’ diawali ketika memasuki mahligai rumah tangga, melewati lorong panjang kehidupan yaitu mengandung, melahirkan, serta membesarkan dan mendidik anak-anak. (ii) Konsep ’kreativitas gelombang kedua’ ketika anak-anak menjelang remaja dan perIahan menuju teras kedewasaan.

Sang ibu kadang dihadapkan pada ‘kesunyian panjang’ karena anak-anak sudah memiIiki ruang dan lingkungan sosial tersendiri di sini. Di sanalah lahir kreativitas dalam konteks mencipta karya seni yang terinspirasi dari ruangruang domestik, terutama dalam memilih tema/objek berkarya seperti ungkapan kasih sayang antar anggota keluarga dan benda-benda keseharian dalam rumah tangga.

Kurator pameran Citra Smara Dewl mengatakan, menghadirkan total 20 karya seni lukis yang dipamerkan memiIiki makna tersendiri, karena terdapat upaya melakukan eksplorasi estetis melalui pendekatan medium baru. Misalnya pelukis kaca kontemporer, Rina Kurniyati, yang menggunakan medium kaca dan enamel dalam berkarya. Rina seakan ingin ’mematahkan’ anggapan bahwa melukis realis selama ini hanya dapat dicapai melalui cat minyak/akrilik pada kanvas.

Sementara Ika Yuni Purnama, mengedepankan kekuatan warna dan komposisi dalam karya-karyanya. Dominasi warna-warna kontras dengan kekuatan warna forecasting, telah menghantar karya Ika Yuni menjadi sangat dinamis dan energik. Sedangkan Neneng Sia Ferrier, memiIiki kekuatan dalam menghadirkan figur-figur dengan ’Ieher jenjang’ dalam setiap karyanya. Neneng juga menampilkan karya instalasi dengan tema lotus, karya instalasi ini merupakan satu-satunya karya ’mixed media’.

Pameran yang diselenggarakan dalam rangka Hari Kartini, dengan dari 3 seniman ini. Kepala Galeri Nasional Indonesia (GNI), Tubagus ’Andre’ Sukmana sangat mengapresiasi, karena menurutnya jumlah perupa perempuan yang berpameran di GNI baik darl segi kuantitas maupun kualitas masih sangat terbatas.

aaa_IMG_9188

Pameran Perupa Perempuan ”Time Lovers” berlangsung pada 21 April 6 Mei 2017, di Gedung B Galen Nasional Indonesia yang dibuka lbu Sukmawati Sukarno Putri. Dilengkapl dengan rangkalan kegiatan berupa Painting Workshop hasil kerja sama dengan mahasaswa FSR Institut Kesenian Jakarta pada 22 April 2017, pukul 10.00 16.00 WIB, dan Artist Talk pada 22 April 2017, pukul 14.00 ~ 16.00 MB, di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia.|Edo (Foto Muller)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*