Julie Estelle Dalam Monolog Surat Cinta Untuk Pahlawan

image

Jakarta, UrbannewsID. | Dalam semangat patriotik Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71, Galeri Indonesia Kaya sebagai ruang publik berbasis edutaiment budaya bersama Julie Estelle, Widi Dwinanda dan Alunada mempersembahkan pertunjukan yang berjudul ‘Surat Cinta Untuk Pahlawan’ di Auditorium Galeri Indonesia Kaya hari ini, Minggu (14/8).

Selama kurang lebih 45 menit, penikmat seni dihibur dengan monolog yang dibawakan oleh Julie Estelle dan Widi Dwinanda, tak hanya itu penikmat seni juga dimanjakan telinganya dengan alunan merdu dari Alunada yang membawakan lagu-lagu daerah seperti Bungong Jeumpa, Tak Tong Ton, Baju Kuruang, Melati Suci dan Simfoni Raya.

“Surat Cinta Untuk Pahlawan yang kami persembahkan hari ini merupakan wujud penghargaan dan salah satu cara kami untuk berterima kasih terhadap perjuangan para Pahlawan. Semangat juang para Pahlawan membuat kami sebagai generasi muda penerus bangsa untuk terus menghasilkan karya-karya seni yang tentunya dapat menghibur dan menginspirasi masyarakat Indonesia,” ujar Julie Estelle.

image

Sementara, Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan,”Kemerdekaan yang kita rasakan saat ini merupakan hasil nyata dari perjuangan para Pahlawan. Kegigihan dan tekad mereka menginspirasi para seniman muda untuk mengungkapkan ekspresi cinta terhadap para Pahlawan dalam nada dan kata-kata. Kolaborasi Julie Estelle, Widi Dwinanda dan Alunada, diharap dapat menumbuhkan semangat kemerdekaan sehingga semakin tumbuh rasa cinta terhadap bangsa ini.”

Alunada dibentuk pada tahun 2008 oleh Mia Ismi (pemain biola, penyanyi), Dhany Nugraha (gitaris, perkusionis), dan Ronald Wilson (pianis). Hingga 2014, ketiga personil Alunada terlibat dalam berbagai kompetisi musik, baik nasional maupun internasional. Selain bernyanyi dan bermain biola, Mia Ismi juga berperan sebagai penulis naskahnya. “Pertunjukan hari ini terinspirasi dari perjuangan para Pahlawan Nasional, khususnya Pahlawan perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan aspirasi masyarakat Indonesia,” kata Mia Ismi.

Kali ini, Alunada dibantu oleh pemain Sasando dan sudah malang melintang bermain di dunia internasional, Djitron Pah (pemain sasando). Tahun demi tahun, pengalaman keempat personil Alunada sebagai delegasi musisi Indonesia ke mancanegara semakin merekatkan kelompok musik ini menuju satu visi. Bersama-sama, mereka ingin membawa musik khas Indonesia ke telinga dan hati para penikmat musik dunia.|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*