Film Zeta; Akan Sebar Zombie di Bioskop Segera!

IMG_20180515_093747-693x458

UrbannewsID Film | Mendengar kata zombie, fantasi liar kita langsung tertuju pada mayat hidup yang nggak bisa mikir tapi terus berjalan mencari mangsa, khususnya otak manusia yang dijadikan target santapan utamanya. Dan, satu gigitan sudah bisa mengubah manusia menjadi sebangsanya.

Fenomena zombie muncul dari kisah fantasi atau fiksi beberapa film terseram yang bikin merinding ketakutan, seperti serial The Walking Dead, World War Z dan banyak lainnya, ketimbang film hantu-hantuan. Sineas di Indonesia pun ada yang mengadopsi atau sekedar menyisipkan sosok zombie dalam di satu scene film horornya, tapi sayang kurang greget.

Nah! untuk melihat film zombie yang digarap secara serius bukan apa adanya, tunggu film Zeta yang ceritanya ditulis sekaligus disutradarai oleh Amanda Iswan, atau akrab disapa Mandy. Dari bangunan skenarionya saja, lulusan Quinnipiac University, School of Communications Hamden, Connecticut AS dengan major Film, Video and Interactive Media ini, melakukan riset yang mendalam dan berkelanjutan.

Dengan keseriusan yang terukur, Mandy bersama timnya melakukan riset ihwal muasal penyakit yang bisa menjangkiti manusia menjadi zombie, sampai cara hidup amoeba parasitnya. “Semua berbasis ilmu pengetahuan, yang kemudian saya laraskan dalam sebuah drama aksi, yang membuat pesan ceritanya sampai ke penontonnya, dengan menyasyikkan,” ujar Mandy ihwal film perdananya ini.

Dengan pengalaman intens dalam dunia perfilman, seperti pernah mendatangi Hong Kong Film Art hingga Cannes Film Market di Cannes Prancis, Mandy menjadi komandan yang baik bagi sejumlah pendukung lakon Zeta, seperti Jeff Smith, Cut Mini, Dimas Aditya, Edo Borne, Willem Bevers, Joshua Pandelaki dan beberapa nama lainnya, membangun karakter drama berbeda di film Zeta dari film Zombie kebanyakan.

Film-film zombie di Indonesia banyak bermunculan, tapi Zeta agak beda karena ada researchnya. Penyakit zombienya jelas, mulai cara dia menjangkiti manusia, sampai gimana para orang-orang yang terinfeksi (zombie) itu bergerak. Tapi, di tengah-tengah ketegangan akibat serbuan Zombie, Mandy tetap menyisipkan pesan tanpa harus berpretensi menggurui kepada penontonnya.

“Semua manusia punya ego, tapi hati-hati. Don’t let that ego blinds you from seeing what really needs to be done in a certain situation. Misal, ibu sama anak berantem, trus tibatiba ibunya sakit parah. Tapi anak itu menolak untuk ngurus ibunya, karena egonya si anak masih marah dan ga bisa maafin ibunya,” terang Mandy.

Dengan kedalaman riset yang baik, akan menghasilkan cerita yang baik pula. Dan, penyutradaraan yang pas, serta dukungan pemain yang total, Mandy berkeyakinan, film Zeta akan menawarkan Tontonan berbeda kepada penikmat film Indonesia. “Biasanya kalau di Indonesia, film bertema serius seperti ini genrenya drama-komedi. Tapi kalau Zeta itu thriller dengan sedikit bumbu scifi,” kata Mandy

Film Zeta menjadi lebih terjaga kualitasnya, karena rumah produksi film Swan Studio, memperlakukan film ini dengan proses produksi yang sepatutnya. Dengan kualitas produksi yang terjaga di bawah komando Syaiful Wathan selaku produser, yang mengantar kesuksesan film Catatan Akhir Sekolah (2005) hingga film Make Money (2012). Film Zeta diharapkan akan mengukuhkan kualitasnya sendiri.

Film Zeta yang telah menyelesaikan proses syuting beberapa waktu lalu, sehingga dipastikan akan tayang dalam waktu dekat di bioskop seluruh Indonesia. Jadi, mari kita tunggu sambil bersiap beruji nyali lebih dekat dengan zombie.|Edo (Foto Dudut SP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*