Film Surat Dari Praha, Kolaborasi 2 Brand Mayora dan Visinema Pictures

image

Jakarta, UrbannewsID. | Cerita Surat Dari Praha berfokus pada seorang wanita muda bernama Laras (Julie Estelle) dengan pria paruh baya, Jaya (Tio Pakusadewo), orang Indonesia yang kini bermukim di Praha, Republik Ceko. Keduanya dikaitkan oleh sosok Sulastri (Widyawati), ibu Laras yang dahulu pernah dicintai Jaya.

Laras yang mencari sosok Jaya, demi sebuah wasiat yang harus ia terima jika ingin harta warisannya jatuh kepadanya dengan mengantarkan sebuah kotak dan sepucuk surat yang ditulis Sulastri untuk Jaya. Sementara, disisi lain Jaya merasa jengah dan terusik masa lalunya, padahal ia telah meninggalkan banyak hal, termasuk keluarga, politik, bahkan mimpinya sendiri.

Tapi, sebuah takdir yang mempertemukan mereka berdua. Walau awalnya mereka saling tidak cocok satu sama lainnya, pada akhirnya meka saling memahami. Seperti kalimat menarik yang meluncur dari Jaya saat menjelaskan kenapa ia bertahan hidup tanpa siapa-siapa kepada Laras, “Politik berubah, kekuasaan berubah, ilmu pengetahuan berubah. Hanya cinta dan musik yang tidak pernah berubah.”

image

Film bergenre romantis terbaru garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko, dan skenario ditulis oleh M Irfan Ramli, bercerita bahwa ada sekelompok orang yang menjadi imbas sejarah peristiwa 1965. Kisah dan narasi-narasi tentang peristiwa ’65 adalah pengalaman. Materi penting untuk dipelajari dan direnungkan sehingga sebagai komunitas bangsa mampu memperbaiki diri. Film ini tidak berfungsi untuk menyelesaikan masalah.

Surat dari Praha produksi Visinema Pictures bekerjasama dengan Tinggikan Production dan 13 Entertainment serta dukungan dari Torabika Creamy Latte dan Permen KiS, segera rilis pada Kamis (28/1). Angga Dwimas Sasongko mengatakan, sebagai orang yang lahir jauh setelah peristiwa ’65 dan tumbuh pada masa Pemerintahan Orde Baru membuat saya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi tentang banyak hal terkait peristiwa masa itu.

Angga menambahkan, membuat film Surat dari Praha adalah sebuah perjalanan kreatif yang kontemplatif. Bertemu langsung dengan para eksil yang sudah berusia senja namun masih mampu bercerita dengan detail dan emosional tentang pengalaman mereka selama menjadi stateless.

Meruapakan sebuah pengalaman luar biasa dalam menulusuri sejarah Indonesia yang jarang diperbincangkan. Melalui film ini, saya ingin berbagi kepada penonton tentang kisah mereka, keberanian mereka, dan ketidakadilan yang mereka alami selama masa Pemerintahan Orde Baru. Ingatan selayaknya tidak lagi perlu disortir oleh kekuasaan, dan sejarah sesungguhnya adalah modal kekuatan sebuah bangsa.”

Selain, Julie Estelle yang berperan sebagai Laras, Tio Pakusadewo sebagai Jaya, dan Widyawati memerankan tokoh Sulastri, Surat dari Praha juga turut dibintangi Rio Dewanto sebagai Dewa. Anggia Kharisma, salah satu produser Surat dari Praha, menuturkan harapannya agar ‘Surat dari Praha’ mendapat sambutan positif dari publik.

Kami berusaha menyuguhkan film yang mengombinasikan musik, kisah romantis, cinta dan sejarah. Musik yang melekat dalam diri kedua karakter kami jadikan sebagai elemen penting yang mengalirkan alur cerita.”

Sementara ‘Surat dari Praha’ juga didukung oleh 2 (dua) brand Mayora yakni Torabika Creamy Latte dan Permen KiS. Vienno Monintja, Marketing Director PT Mayora Indah menyatakan :

Dedikasi 20 tahun Glenn Fredly yang menjadi inspirasi film ini, sesuai dengan semangat dua Brand yang kami miliki yaitu Torabika yang Selalu Sepenuh Hati untuk Pecinta Kopi dan permen KiS yang Penuh Ekspresi dan Percaya Diri. Dukungan ini sekaligus merupakan dukungan kepada insan perfilman Indonesia untuk bisa menelurkan karya-karya terbaiknya di masa yang akan datang.”

imageKisah tentang kekuatan memaafkan dan upaya untuk berdamai dengan sisi gelap masa lalu yang tersirat dari inti cerita film Surat dari Praha, menjadikan karya musik Glenn Fredly sebagai salah satu elemen utama cerita yang memberi energi kuat untuk masuk sekaligus ikut merasakan hanya cinta dan musik yang tidak pernah berubah.

Simak saja, beberapa lagu Glenn menjadi bagian penting dan dinyanyikan oleh para pemainnya di film ini. Salah satunya terdengar dalam film ini, yakni lagu “Nyali Terakhir” yang dinyanyikan oleh Julie Estelle, serta “Sabda Rindu” yang berduet dengan Tio Pakusadewo.|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*