Film Mooncake Story, Cerita Kue Bulan Merubah Kehidupan

image

Jakarta, UrbannewsID.| Mooncake Story adalah sebuah film layar lebar karya Garin Nugroho, besutan MVP Pictures bergandengan dengan Tahir Foundatioan. Sebagai sutradara, biasanya karya Garin agak sulit dipahami seperti ‘Cinta Dalam Sepotong Roti’ (1991), ‘Daun di Atas Bantal’ (1998), atau ‘Opera Jawa’ (2006). Tapi kali ini, film Mooncake Story nampaknya lebih ringan atau bahasa kerennya nge’pop.

imageFilm yang menghadirkan sederet bintang seperti Bunga Citra Lestari (sebagai Asih), Morgan Oey (David), Dominique Yose (Linda kakak David), Melati Zein (Sekar, adik Asih), Dedy Sutomo (pakTRI supir David), Kang Saswi (badut), dan Jaja Miharja (pak RT). Meski ringan dan tidak linear, Garin tetap mempertahankan gaya bertutur simbolik dalam alur berceritanya.

Misalkan, bagaimana ia menggambarkan sebuah perkampungan kumuh yang ditinggali Asih (Bunga Citra Lestari) dengan latar belakang deretan gedung mewah yang secara simbolik tempat tinggal dan bisnis David (Morgan Oey) seorang pengusaha muda yang sedang berada dipuncak keberhasilan, kedalam satu frame. Sehingga ia lebih suka berbicara via bahasa gambar, daripada bahasa wicara.

Dalam film Mooncake Story, Garin ingin menyampaikan pentingnya nilai-nilai berbagi antar sesama manusia. Mengurai sekat-sekat perbedaan baik soal latar belakang suku, agama dan ras, kemudian menyatukan kembali kedalam ruang harmoni. Termasuk, persoalan benturan ketimpangan sosial ekonomi digarap secara halus dan estetika yang tinggi. Nilai-nilai keadilan dan sisi kemanusiaannya diwakilkan dengan kehadiran Mooncake, atau Kue Bulan.

Film yang akan dirlis 23 Maret 2017 mendatang di seluruh bioskop ini, banyak hal sangat menarik yang bisa dipetik penonton. Kue Bulan yang mempunyai makna sebagai kue kehidupan, menjadi landasan filosifi film ini. Sebagaimana adab para bijak bestari, semakin banyak seseorang memberi, akan semakin banyak dia menerima. Nilai-nilai kebijaksanaan kehidupan itulah, coba hadirkan dengan cara yang paling bersahaja.

image“Tidak ada tokoh yang berjarak dengan kehidupan dalam film ini. Semua nyata ada dalam keseharian kita, dengan persoalan hidup yang akrab dan dekat dalam keseharian kita pula. Jadi, menonton film ini seperti menonton kehidupan nyata yang ada dan hadir dalam kehidupan kita. Mooncake Story, lewat sejumlah tokoh yang dihadirkannya seperti menjadi kaca benggala kepada penontonnya,” jelas Garin, saat jumpa pers dikawasan Thamrin, Jakarta, Senin (13/2) sore.

Simak pula, Garin memaknai arti penting sebuah meja sebagai idiom yang memberikan makna leksikal maupun makna gramatikal, bahwa meja bukan hanya tempat untuk bersantap (makan) bersama. Tapi, sekaligus sebagai pusat berkumpul untuk bicara, berdoa, dan bahkan bekerja. Garin memasukan dalm plot cerita, saat David (Morgan Oey) masih kecil ruang berkumpul bersama sang ibu adalah meja yang dijadikan pula sebagai tempat membuat kue Kue Bulan, Kue Kehidupan. Begitu juga, Asih (Bunga Citra Lestari) bersama adik dan anaknya sangat mendambakan sebuah meja.

Begitu pula cerita tentang arti cinta, ketika tokoh David yang kaya raya di vonis oleh dokter terkena penyakit Alzheimer yang perlahan melumpuhkan ingatannya dan hanya mengingat dimensi waktu masa lampau sebelum kemudian mengalami kematian. Ketika, ia bertemu Asih, joki 3 in 1 dan buruh serabutan pencuci pakaian toko laundry, persemaian cinta yang tumbuh tidak vulgar. Walau ada perbedaan status sosial dan sama-sama suka, Garin membangun prinsip hubungan mereka dengan sangat bermartabat tanpa saling mengecilkan arti sebuah kehidupan.

image

Dato’ Sri Tahir, orang nomor satu Tahir Foundation mengungkapkan, latar belakang pembuatan film ini berangkat dari pengalamannya melilhat joki di pinggir jalan Pakubuwono yang menggendong bayi. Oleh karenanya dia ingin menyampaikan pesan via film ini dengan mengatakan, bahwa kemiskinan merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mengentaskan bersama seluruh komponen bangsa. “Film sebagai medium pembawa pesan yang sangat kuat. Ketika yang papa berupaya dengan segala dignity-nya mengubah nasibnya. Sementara yang kaya, mencoba memaknai ulang kehidupannya, nasib dengan segala kebesaran dan caranya yang paling elok akan menunjukkan kuasanya,” papar Dato’ Sri Tahir.

Tahir Foundation nampaknya siap untuk terjun ke dunia film, sebagai medium untuk berbagi kisah inspiratif. Seperti yang disampaikan Dato’ Sri Tahir, ia sudah mengantongi banyak cerita dan kisah menarik lainnya yang akan diangkat ke layar lebar dalam waktu dekat ini. Setelah Mooncake Story yang bicara soal keberagaman, dalam waktu dekat kisah sukses mengenai perjuangan TKW dari desa ke luar negeri dan kembali ke desa. Untuk itu, kehadiran para pemilik modal seperti Tahir Foundation membuka peluang industri film di Indonesia berkembang pesat. Tentunya yang diharapkan adalah film-film yang bermutu dan berkualitas, baik dari sisi cerita, pengadegan dan gambar yang disajikan.|Edo (Foto Dudut SP)

Sinopsis singkat.

David (Morgan Oey) adalah seorang pengusaha muda yang sedang berada dipuncak keberhasilan. Namu beberapa peristiwa terduga terjadi yang diawali dengan istrinya yang meninggal dan ternyata David mengidap penyakit Alzheimer yang melumpuhkan ingatannya. Suatu ketika ia bertemu Asih (Bunga Citra Lestari) yang berprofesi sebagai joki 3 in 1. David yang dalam proses kehilangan ingatan justru teringat kenangan masa kecilnya, ia melihat Asih sebagai sosok Ibunya yang ketika kecil, Ibunya berjuang ditengah kemiskinan sambil merawat David.

Hubungan Asih dan David bertumbuh dan Asih berusaha memberi kebahagiaan. Asih tahu untuk memperlambat proses hilangnya ingatan ia harus membawa David dalam kerumunan manusia. Sementara dalam keluarga David timbul perdebatan yang meminta David mengambil keputusan akan bisnisnya sebelum ingatannya hilang. Dari cerita Kue Bulan inilah, David yang telah tiada membawa kehidupan lebih baik bagi Asih dan keluarga, serta banyak orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*