Elephant Kind Sajikan Video Musik True Love Berbalut Thriller

image

Jakarta, UrbannewsID.com | Setelah menyaksikan peluncuran video musik ‘True Love’ dari grup pop alternatif, Elephant Kind, di Qubicle Center yang berada di di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Senin (30/10) sore. Saya jadi teringat, satu track dan video musik fenomenal berjudul Thriller milik Michael Jackson karena ditonton lebih dari 240 juta kali di YouTube. Berdurasi 13 menit lebih, Thriller jadi sebuah klip musik sekaligus film horor dengan fantasi monster hidup dan menakutkan.

Bukan sebuah video klip yang menyenangkan bagi bocah kecil. Tapi ada hal yang menggelitik, yakni ada sebuah keberanian yang sangat ekspresif menterjemahkan lirik dan musiknya kedalam cerita film pendek, apalagi berbalut horor. Bicara kreatifitas memang tanpa batas, eksplorasi berkesenian wajib hukumnya agar tidak terkungkung dalam kotak pandora. Musisi harus pandai membaca jaman, berinovasi tanpa henti untuk menemukan sesuatu yang baru untuk disajikan ke para penggemarnya.

image

Seperti, video musik “True Love” yang menjadi sajian penutup paling spesial grup pop alternatif Elephant Kind dari album City J yang saya saksikan ini digarap dengan sangat serius dan matang. True Love yang ditulis untuk menjadi anthem dari perasaan cinta sesungguhnya. Para personal Elephant Kind, Bam Mastro (vokal/gitar), Dewa Pratama (vokal/multi instrument/gitar) dan Bayu Adisapoetra (drum), nampaknya ingin menyuguhkan video musik bertema thriller untuk mengisi ruang katalog musiknya.

Guna mewujudkan mimpinya, Elephant Kind menggandeng Jordan Marzuki, visual artist yang dikenal lewat film pendeknya berjudul The Withering Jubilance ini sebagai eksekutor gagasan mereka. “Kami ingin membuat thriller yang menjadi gambaran True Love, dan Jordan Marzuki adalah orang tepat. Dia memiliki taste tersendiri dalam berkarya, yang kami anggap memiliki keberanian untuk mengeksplorasi ide-ide gila yang kami sampaikan,” ungkap vokalis sekaligus gitaris Bam Mastro, dalam jumpa persnya.

Nampaknya ada chemistry dan kesamaan persepsi antara Elephant Kind dan Jordan Marzuki menterjemahkan True Love secara visual. lde dari Elephant Kind dimana cerita tentang persahabatan tiga perempuan yang berujung pada sebuah peristiwa tragis ini, melalui dekonstruksi plot untuk membuat video musik ini lebih tidak linear dan ada benang merah yang bisa menjadi barometer intensitas suspense dari scene-scene yang tersaji. Seperti diakui oleh Jordan Marzuki, bahwa Elephant Kind datang dengan ide yang cukup matang dari segi karakter, plot dan cerita.

“Terus terang, ini sangat termudahkan karena idenya hampir sama dengan style yang saya mau. Tantangannya adalah merealisasikan dalam bentuk genre teenage horror flick dengan adegan kekerasan yang cukup ekstrim, mungkin agak tabu dalam kultur kita. Tapi, saya coba menterjemahkan lewat alur cerita agak lambat mengungkapkan sisi dramaturgi persahabatan dan adegan ekstim dipenutup. Dari sisi visual pilihan warna, saya suka yang terang dan tidak dark seperti lazimnya thriller lainnya. Saya suka tempat yang sempit, seperti Cabin in the Woods dengan situasi claustrophobianya,” pungkas Jordan.

Elephant Kind memang memiliki fokus ke dalam visual untuk karya-karya mereka. Simak saja, mulai dari Scenarios: A Short Film by Elephant Kind (2014) dan Promenades: A Short Film by Elephant Kind (2015), Beat The Odinary, Montage dan film pendek mereka, Julian Day yang berkolaborasi bersama sutradara Gianni Fajri menjadi buktinya. Fokus ini juga tidak lepas untuk single True Love. Bam Mastro cs juga menginginkan sebuah visualisasi yang memiliki gambaran yang tepat dari setiap lirik yang mereka rangkai dalam lagu tersebut. Video musik True Love yang sudah bisa dilihat akun resmi YouTube Elephant Kind pada pukul 20.00 WlB ini, menutup album City J dan mereka fokus dengan project baru lainnya.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*