Deadsquad Bisa Jadi Duta Musik Metal di Asia!

IMG_20180626_053553-800x547-600x410

UrbannewsID Musik | Jika tataran kehidupan di dunia ini punya korelasi dengan musik. Maka, tidak ada lagi sekat pembatas bagi siapapun, dimanapun dan kapanpun, untuk tetap melakukan aktivitas bermusik. Karena, sejatinya musik adalah senjata terhebat yang diciptakan manusia.

Bicara musik memang paling asyik dan seru, tinimbang soal hiruk pikuk politik penuh intrik yang bikin kram otak. Karena, di dunia musik apa pun jenisnya kebersamaan dan harmoni kunci utama. Musik tidak pernah kehabisan untuk dikulik, baik soal bandnya, musiknya, atau prestasinya, yang kemudian disajikan sebagai informasi dan juga literasi.

Misal, death metal terbaik lndonesia, Deadsquad, baru saja mengumumkan perselingkuhan musikalnya dengan The Kandarivas, band experimental grindcore dari Jepang. Dan, hasilnya melahirkan anak berupa karya album ‘3593 Miles of Everloud Musick’. lni adalah split album Deadsquad yang dibidani Black and Je Records.

Split album yang berisikan 6 lagu; 4 milik The Kandarivas, dan 2 lagu dari Deadsquad yakni sebuah daur ulang lagu lama ‘Altar Eksisrensi Profan’ dari album ke dua “Profanatik’, serta satu lagu baru berjudul ‘Blessphemy’ yang digarap dengan formasi terbaru yaitu Daniel Mardhany (vokal), Stevie Item (gitar), Karisma (gitar), Anak Agung Gde Agung (bass) dan Alvin Eka Putra.

Menariknya, dua pentolan musik keras beda negara ini meracik lagunya dilakukan dinegaranya masing-masing. Deadsquad di Shoemaker Studio yang berada d bilangan Jakarta, dengan engineer Ricky, serta mixing dan mastering dl lakukan di Noise Lab Studio oleh Miko Valent. Sedangkan, The Kandarivas merekam dan memixing 4 materi mereka di sebuah studio di Tokyo, Jepang.

Konsep untuk cover album “3593 Miles of Everioud Musick” cukup menarik. Anggareza yang punya gawe, menggunakan penggalan nama kedua negara yakni ‘niponesia’. Anggareza mengkolabirasikan Indonesia dan Jepang jadi satu satu kesatuan gambar yang sangat bagus dan berbeda dari cover album Deadsquad sebelumnya.

Kerjasama Black and Je Records dan Snakeg-Japan sebagai label yang menaungi The Kandarivas, album split dalam format CD ini didistribusikan di Jepang oleh Everloud Music Japan melalui gerai Disc Union dan jaringan bawah tanah melalui berbagai distro di skena Jepang. Sementara di Indonesia, album ini akan di bantu juga oleh Alaium Records milik Daniel.

Merayakan perilisan Split album “3593 Miles of Everloud Musick”, Deadsquad dan The Kandarivas melakukan tur di beberapa kota di Jepang di awal bulan Juni 2018. lni merupakan tur Deadsquad untuk kedua kalinya di Jepang. Salah 2 titik tur ini adalah Everloud Japan vol 0 & 1. Everloud adalah acara musik extreme yang di prakasai oleh Stevie Item dan Rifky Bachtiar dari band death metal Revenge.

Kalau hari ini Deadsquad berkolabirasi dengan musik keras asal Jepang, The Kandarivas, kemudian melakukan serangkaian tur di beberapa kota disana. Bisa jadi, ini sebuah langkah awal perjalanan Deadsquad menjadi duta sekaligus macan musik metal Indonesia di Asia. Dialog musik metal tidak hanya berada dalam satu panggung atau saling berkunjung, tapi bisa dalam satu project musikal, termasuk dengan grup musik Asia lainnya.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*