DCode Live ‘Music With Attitude’, Penuh Kejutan!

IMG_20180812_212335-800x544-600x408

UrbannewsID Musik | Ditengah hiruk-pikuk perbincangan soal capres dan cawapres yang berseliweran di linimasa, eforia penuh kegembiraan dan rasa syukur masyarakat menyambut Timnas Indonesia yang mencatat sejarah dengan menjuarai Piala AFF U-16 untuk kali pertama, sekaligus kritik pedes buat stasiun televisi rasa radio karena host-nya terlalu banyak ngoceh yang tidak penting dan sangat mengganggu.

Di Selatan Jakarta, Sabtu (11/9) malam, tepatnya di The Pallas yang berada dikawasan SCBD, saya mencoba melongok dan sekaligus menjadi saksi suguhan pesta musik crossgenre yang konon katanya lebih progresif, unik dan beda, lewat aransemen kekinian sederet tembang hits sepanjang masa, bertajuk DCode Live ‘Music With Attitude’ yang dipromotori oleh ACTEEVE Indonesia.

Tepat pukul 20.00 WIB, sebelum pintu gerbang The Pallas dibuka, para penonton aneka jenis kelamin dengan gaya dandanan beraneka warna, bergerombol di depan pintu sambil menunggu gong berbunyi pertanda masuk venue. Seperti biasa di setiap event musik, ada barikade pemeriksaan mulai dari tiket sampai kesoal harta gono-gini seperti minuman dan merek rokok kudu dititipin.

Memasuki area pesta musik DCode Live ‘Music With Attitude’ di The Pallas, pertama disuguhi pemandangan bar dalam bentuk segi empat cukup besar yang teronggok ditengah ruangan. Bar yang menyita sebagian ruangan, dan cukup mengganggu sudut pandang penonton yang duduk di sofa sayap kiri-kanan ruangan menjangkau panggung karena terhalang bar dan juga tiang beton.

Konon, menurut sang empunya saat bincang santai dalam sebuah kesempatan, posisi bar ditengah itu bukan sulit dibongkar atau di pindahkan, tapi lebih kepada ribetnya mengatur ulang konstruksi sistem sanitasi yang sudah permanen sejak lama. Tapi, kita lupakan soal venue di The Pallas, termasuk panggung (stage) permanennya yang rada rendah.

IMG_20180812_213000-800x465-600x349

Dihadiri sekitar 300-an penonton yang tersebar disayap kiri-kanan, dan depan panggung. Band yang kini banyak digandrungi anak muda, Elephant Kind, yang didampuk sebagai opening DCode Live ‘Music With Attitude’, tanpa basa-basi langsung menggebrak lewat irama musik upbeat dengan ketukan drum yang rapat, lick gitar dengan sound crunch yang renyah, permainan bass yang solid, plus instrumen synth.

Elephant Kind yang dimotori Bam (vokal, Gitar), Dewa (Gitar, Synth), Bayu (Drum), dan Kevin (Bass), yang membawakan beberapa nomor lagu seperti ‘Beat The Ordinary’ dan ‘Oh Well’, cukup mujarab mengajak para penonton yang tadinya adem ayem dengan obral obrol berkelompok, langsung menghangat dan bergoyang seirama lewat musik Elephant Kind, visionary pop.

Setelah rehat sejenak. Bayu Risa sebagai penampil pertama dari jejeran lineup artis DCode Live ‘Music With Attitude’ malam itu, membawa suasana semakin hangat lewat tembang Humble, Dat Stick, Percaya dan 24’K, bernuansa soul dan R&B ala Motown dengan gayanya yang enerjik. Kemudian, si rambut kriwil Yura Yunita dengan lagu Rindu Ini, Inikah Cinta, Harus Bahagia, dan Show We Love, memberi suguhan yang renyah, walau sempat bermasalah dengan microphonenya.

IMG_20180812_213703-610x698

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat berdarah Ambon-Austria-Manado, Monita Angelica Maharani Tahalea atau yang akrab disapa Momon, mencoba membungkus romantisme DCode Live lewat tembang hits Sinaran yang dibawakan dengan irama rada nge’blues, kemudian lagu Memulai Kembali, dan Untukku, yang medium beat. Penampilan Monita cukup apik, dan penonton pun ikut berdendang bersama.

DCode Live semakin berkelas dengan kehadiran si pelantun tembang Malam Biru, Sandhy Sondoro, yang belum lama ini kembali menoreh prestasi di kancah Internasional, dengan menyabet predikat Grand Prix Winner diajang kompetisi International Music Festival White Night of St.Petersburg, Rusia. Selain lagu Malam Biru, Sandhy membawakan lagu Tak Pernah Padam, dan I Feel it Coming, yang mengharu biru penonton.

Berikutnya, sosok penyanyi dan penulis lagu mungil kelahiran Jakarta, Cabrini Asteriska atau biasa dipanggil Ichyl, yang dikenal sejak dirinya bergabung dengan Barasuara sebagai backing vocal. Mengajak penonton bermesraan saling mengikat janji seolah bagai sepasang kekasih, lewat lagu Khayalan. Selanjutnya, Warm On A Cold Night, Khayalku, The Night We Met, dan In The End.

Semakin malam, suasana malah bertambah meriah. Penonton pun makin bertambah, tatkala saya berada dikoridor pintu masuk menuju venue. Begitu pula di sayap kiri belakang menghadap panggung, saya melihat dan langsung menjumpai sahabat musisi yang turut hadir menyaksikan DCode Live ‘Music With Attitude’, untuk mengucap salam, yakni Ari Lasso, Andy /rif, dan Yuke Sampurna bassist grup band Dewa19.

Ali Akbar sebagai music director DCode Live ‘Music With Attitude’, memenuhi janjinya memberikan suguhan musik yang mengelaborasi ragam genre seperti pop, jazz, rock, blues, RnB, ditambah sentuhan elektronik dance music okeh DJ Cream dan Pon Your Tone with Dipha Barus, menjadi aransemen baru yang menarik. Bahkan, dibeberapa nomor lagu menduetkan para penyanyi seperti Monita & Bayu Risa, Sandhy & Yura, dan bahkan all artis di lagu In The Air Tonight sebagai penutup.

DCode Live ‘Music With Attitude’ yang digelar di The Pallas, sebagai kickoff menuju event lanjutan ke Jogja (25 agustus), Bandung (8 September), Bali (29 September), Surabaya (13 Oktober), Medan (3 November), dan kembali ke Jakarta (1 Desember), cukup menarik dari sisi konsep sebuah pertunjukan musik. Termasuk tata panggung, sound, lighting dan artistiknya cukup mumpuni.

“Konsep musik ini akan tetap sama di kota lainnya, termasuk equipment tata panggung, sound dan lighting. Mungkin, hanya ada beberapa penyesuaian sesuai venue yang ada di daerah nanti. Untuk lineup artis penampil pun ada perubahan nantinya disetiap kota yang dituju, ada yang tetap ada pula yang baru. Termasuk, local heroes sebagai opening event ini,” tukas George Pane dari ACTEEVE Indonesia selaku promotor DCODE Live.

Sekedar catatan, soal rundown para performer yang melompat-lompat urutannya, atau saling silang, bikin out of focus disatu titik yang sama. Misalkan, Monita, Yura, Bayu Risa, Sandhy dan Asteriska, biarkan menyelesai beberapa nomor lagunya. Kalau diselang-seling, jika dianalogikan mengendarai mobil baru gigi satu udah berhenti. Baru mau bermesraan dengan penonton sudah di stop.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*