Astrabi Lestarikan Budaya dan Merawat Tradisi Silat Khas Betawi

image

Jakarta, UrbannewsID. | Masyarakat Betawi tidak saja memiliki kesenian tanjidor ataupun ondel-ondel sebagai bagian dari warisan budaya mereka. Masyarakat Betawi juga tidak hanya identik sebatas dengan kuliner khasnya kerak telor atau jago bermain pantun. Lebih dari itu, masyarakat Betawi juga memiliki kesenian bela diri (pencak silat) atau maen pukulan sebagai warisan dari para jawara (pendekar) Betawi tempo dulu.

Dari 600 aliran silat di Indonesia, lebih dari 300 aliran ada di tanah Betawi. Namun, silat betawi terbesar yang ada sekarang ini adalah aliran bernama Beksi dan Cingkrik. Tapi sayang, perubahan jaman yang semakin cepat mendorong silat khas betawi terancam punah. Entah tidak bisa beradaptasi atau memang tidak ada generasi yang peduli. Untuk menggairahkan semangat melestarikan budaya dan merawat tradisi Silat Betawi, dibentuklah ASTRABI (Asosiasi Silat Tradisi Betawi), sebuah wadah baru bagi para pesilat khas budaya Betawi.

Untuk menandai kelahiran ASTRABI, sekitar 5000 orang pesilat tradisi Betawi dari berbagai perguruan silat di seantero wilayah Jabodetabek tumpah ruah di Car Free Day, Minggu (7/10) pagi lalu. Dengan busana khas pangsi yang beraneka warna, para pesilat khas budaya Betawi itu berkumpul menghadiri event bertajuk 1000 Pendekar Betawi bertema Lebaran Pendekar Betawi 2016, yang digelar oleh Redaksi Betawi (Rumah Edukasi Aktivis Seni Betawi).

DR Saefullah Mpd, yang kini menjabat sebagai Sekda DKI yang juga putra asli Betawi di jajaran Pemprov DKI terpilih sebagai Ketua Pembina ASTRABI. Menurut Saefullah,”Silat khas Betawi selama ini sudah hampir punah. Dengan wadah ini, semoga silat tradisi Betawi akan kembali jaya dan menjadi tuang rumah di kampungnya sendiri,” ujarnya, saat dijumpai di lokasi acara.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara dari Redaksi Betawi, Untung P Napis, sebuah apresiasi yang besar terhadap antusiasme yang besar dari para pendekar bersatu dalam satu wadah untuk mempertahankan budaya silat Betawi ini. “Ini tahun kedua para pendekar berkumpul. Kita ingin mengangkat kembali silat tradisi Betawi yang sudah hampir punah. Dengan lahirnya ASTRABI, semoga budaya dan tradisi Betawi bisa dipertahankan,” ujar Untung, salah seorang penggagas wadah ASTRABI ini.

Selain itu juga, sebagai penghargaan bagi para guru silat budaya Betawi, pihak panitia penyelenggara, seperti tahun sebelumnya, memberi apresiasi kepada 10 orang guru tua dari berbagai aliran silat tradisi Betawi dalam bentuk piagam penghargaan dan juga hadiah uang tunai ata jasanya mempertahankan silat tradisi Betawi di aliran masing-masing. Bahkan, Saefullah selaku Ketua Pembina ASTRABI memberikan apresiasi khusus kepada seorang guru berusia 93 tahun yang tinggal di kolom jembatan tol bandara Soekarno Hatta, dengan memberi rumah tinggal di Rusun Cengkareng, Jakarta Barat.|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*