Album ‘Ramadhan Penuh Cinta’; Apakah Musik Religi Masih Punya Taji?

image

UrbannewsID Musik | Dalam agama apapun, musik selalu menempati tempat yang terhormat. Bagaimana pujian kepada Tuhan lewat lagu atau musik, memberi penyadaran akan adanya Tuhan, atau yang “dituhankan”. Ritual itu seharusnya memang tak mengenal momentum apapun, karena pujian dan sesembahan lewat musik itu bisa dilantunkan setiap hari. Tapi industri musik adalah ranah yang cukup peka, biasanya menjelang hari-hari keagamaan tertentu –sebutlah Ramadhan dan Natal—gempuran lagu-lagu rohani itu akan begitu dominan. Ini semacam masa panen bagi pelaku di dunia permusikan, semuanya mengajak kembali ke khittah sebagai manusia yang perlu berinteraksi dengan Tuhannya. Tak dapat dipungkiri bahwa musik religi punya nilai tersendiri bagi penggemarnya.

Seperti kolaborasi JMSI dan KFC Indonesia, hari ini, Jumat (4/5), di KFC Kemang, Jakarta Selatan, meluncurkan album religi bertajuk ‘Ramadhan Penuh Cinta’ yang berisi kompilasi para artis dari berbagai genre musik di Indonesia. Mereka adalah Opick, Snada, Debu, Sandhy Sondoro, Via Vallen, Virgoun with Last Child, Sabyan, Aura Gutawa dan Kanda Brothers. Masing-masing artis penyanyi atau musisi dalam membawakan materi karya lagunya di album kompilasi ini, pastinya dengan gaya bermusik dan juga karakter yang berbeda. Misal, bisa disimak gaya Opick yang membuka tracklist album dengan lagu ”Syukur Atas Karunia”, dengan irama riang yang membawa kebahagiaan tapi harus tetap bersyukur serta satu track tambahan yakni lagu berjudul ”Karna Mu”.

SNADA dan DEBU, keduanya sudah sangat dikenal oleh masyarakat sebagai group musik yang sering membawakan lagu bernuansa islami. SNADA mengisi album Ramadan kompilasi ini dengan lagu ”Cinta dalam Sujudku” yang mengingatkan kita sebagai makhluk ciptaan Allah harus lebih banyak berserah kepada Nya atas segala hal di dunia. Debu membawakan lagu ”Do’a Cinta”, Single ini menjadi istimewa karena Shaykh Fattaah yang merupakan orang tua dan guru mereka terlibat langsung di single ini dengan menciptakan sendiri liriknya. lnspirasi musik Debu bisa datang dari apa saja. Ada elemen lain, yang membuat musik Debu bervariasi, yaitu beragamnya alat musik yang mereka mainkan.

Sementara, Sandhy Sondoro, salah satu solois pria terbaik di Indonesia ini juga memiliki satu single religi dalam album kompilasi ramadhan berjudul ”Lillahi Ta’ala”, Sandhy berharap lagu ini dapat mengajak banyak orang untuk terus menjaga serta mempererat tali silaturahmi antar sesama umat manusia khususnya di bulan baik ini yakni bulan Ramadhan penuh berkah. Virgoun, setelah sukses dengan solo projectnya berjudul Surat Cinta Untuk Starla dan Bukti, kali ini bersama bandnya yaitu Last Child kembali mengeluarkan lagu terbaru ”Maha Pemilik Hati”. Lagu ini mengajak kita untuk merenungi kembali siapa kita sebagai makhluk di depan sang Maha, berharap akan Ridho-Nya dan bertaubat.

Beda lagi, Via Vallen, penyanyi yang kian melambung dengan genre dangdut yang tengah ditekuni ternyata Via masih ingin mengembangkan karir bermusiknya. Via Vallen merilis sebuah single religi yang berjudul ”Sempurnakan Langkahku” memberi warna yang berbeda dari karya karya musik Via Vallen sebelumnya. Lagu ”Sempurnakan Langkahku” bercerita tentang harapan seorang insan yang merindukan petunjuk dari Tuhan untuk bisa memperbaiki hidupnya. Sedangkan Kanda Brothers, satu lagu berjudul ”Jangan Bersedih” dibawakan oleh 4 bersaudara ini dengan sangat simple namun indah dan mudah dinikmati. Lagu ini memberikan rasa semangat untuk para penikmat musik agar dapat menyikapi segala cobaan dan kesulitan dalam hidup yang sedang dihadapi.

Sedangkan sebuah group musik yang tengah viral di jejaring social media dan youtube, Sabyan, dengan lagu ”Ya Habibal Qolbi” yang mampu menembus angka puluhan juta penonton ini, merupakan wajah dan idola baru dalam lndustri musik tanah air khususnya genre religi. Dan, paling menarik dalam album kompilasi ini adalah penyanyi muda belia Aura Gutawa, adik penyanyi Gita Gutawa dan putri Erwin Gutawa. Aura Gùtawa mulai menunjukkan ketertarikannya pada musik dan bernyanyi. Gadis yang baru berusia 10 tahun ini membawakan single religi berjudul ”Do’a untuk orang tua”, dimana lagu ini liriknya diambil dari bacaan dan arti do’a untuk orang tua, melodi lagu serta aransemen musiknya dibuat oleh sang ayah Erwin Gutawa.

Album religi ”Ramadhan Penuh Cinta”, menurut Steve Lillywhite selaku CEO Jagonya Musik & Sport Indonesia, baik kualitas musik, desain maupun distribusi dikemas secara eksklusif. Namun pertanyaannya apakah musik religi masih punya taji?. Artinya, ketika penikmatnya mendengarkan lagu religi yang dibuat dan dinyanyikan sang musisi, mampu mengajak mereka merenung dan meresapinya, hingga pesan yang disampaikan tercapai. Karena mendengarkan musik religi tak sebatas lewat telinga, tapi juga lewat hati. Mengapa demikian? Ya, karena musik adalah jiwa. Maka, musisi saat membuatnya harus memiliki sense of art, harus punya nilai lebih yakni lewat kekuatan syair-syairnya yang mengikat, dan secara musikalitas juga apik, akan terjadi sinergitas yang powerfull dengan pendengarnya.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*