45th God Bless Dimata Musisi & Pejabat Negeri di JogjaROCKarta!

20181028_205305-616x393

UrbannewsID Musik | Bicara God Bless adalah bicara tentang kegigihan, keteguhan, ketegasan dalam bersikap, serta kecintaan terhadap profesi sebagai musisi. Mungkin, jarang ada musisi atau grup musik yang mampu bertahan cukup lama, 45 tahun, terus tetap aktif tampil dari satu panggung- ke-panggung lainnya hingga kini.

Bukan saja, sekedar band-nya di usia 45 tahun tetap ada serta bertahan lama. Tapi, dilihat rata-rata usia para personilnya pun yang tidak muda lagi, tetap enerjik dan kompak. Lihat saja; Ahmad Albar (vokal) usianya sudah 72 tahun, Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bass), serta Abadi Soesman, (keyboard), memasuki usia sama yakni 69 tahun, dan paling termuda Fajar Satritama (drum) di usia 48 tahun.

Semangat serta enerji yang selalu diperlihatkan God Bless baik dalam keseharian maupun saat berada diatas panggung, menginspirasi banyak orang termasuk para musisi generasi muda. Bagaimana sebuah idealisme dipeluk dan diperjuangkan. Musik bukan sekedar dimainkan, tapi mampu memberi penghidupan dan nutrisi agar mampu bertahan lama.

Perhelatan JogjaROCKarta #2 gelaran Rajawali Indonesia Communication, Sabtu, 27 Oktober 2018 malam, di Stadion Kridosono, Yogyakarta, adalah sebuah pembuktian. Lewat sederet tembang hits yang dibawakan dengan aksi panggung yang tetap memukau penonton yang hadir. Enerji positifnya juga membawa ke-iri-an sekaligus pujian dari beberapa musisi dan salah satu pejabat negeri.

Berikut beberapa komentar mereka tetang God Bless masih tetap awet bermusik hingga usia ke-45 tahun, dari dibalik panggung sesaat setelah God Bless bergembira-ria bersama fans-nya di JogjaROCKarta #2.

Toto Tewel, gitaris El Pamas, “Istimewa sekali ya, grup musik yang satu ini mampu bertahan sebegitu lamanya. Menurut saya, susah dan mungkin jarang banget grup musik yang sekompak serta seawet God Bless. Dan, ini seharusnya menjadi contoh sekaligus pertanyaan bagi para musisi muda, bagaimana kiatnya merawat kekompakan untuk tetap eksis.”

Edi Khemod sang penggebuk drum band Seringai, “Gila! Waktu gue nonton di pinggir panggung, di usia segitu mereka masih bisa nunjukin permainan cukup baik dengan tempo upbeat. Buat gue, mereka jadi inspirasi sekaligus penyemangat. Pokoknya ini menjadi benchmark gue. Kalau om Iye (Ahmad Albar :red) dengan umur 72 tahun masih terus bermusik, berarti gue juga harus bisa sampai umur segitu juga. Malu dong, ini udah ada contohnya.”

Indra Lesmana, dengan segudang predikat yakni sebagai musisi, produser, komposer dan sound engineer, “Jujur, sama mereka respeknya melebihi apa pun. Karena, gue kenal mereka dari gue masih anak-anak. Pas ngeliat mereka main musik saat itu, sesuatu banget buat gue. Apalagi, sampai akhirnya bisa main dan tur bareng, gue bisa melihat konsistensi, semangat, dan dedikasi mereka terhadap profesi yang dicintainya, bagi gue sangat luar biasa.”

Ganjar Pranowo, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, yang hadir memenuhi undangan band legend thrash metal Megadeth asal California, Amerika, untuk menyaksikan penampilan mereka di konser JogjaROCKarta #2, “Wah! Mereka sangat luar biasa. Setiap God Bless tampil, akan selalu mengingatkan satu sejarah musik rock Indonesia, kemudian bagi penggemar musik rock terobati kekangannya. God Bless itu legend sampai hari ini, bahkan anak saya yang lahir jauh sekali waktunya, ikut pula menyanyikan lagu-lagu God Bless. Walau mereka tidak muda lagi, tetep sangar!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*