30 Seniman Musik Suarakan “Satu Indonesiaku”

image

Jakarta, UrbannewsID.| Ketika para pemuda pada masa lalu telah mengikrarkan “persatuan” dalam kebhinekaan, saat itu terbayang dalam imajinasi mereka adalah sebuah bangsa dengan ragam bahasa, suku, etnis, kepercayaan dan agama yang disatukan dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Komitmen itu muncul dengan dorongan tujuan yang sama tentang berdirinya sebuah Negara yang merdeka. Indonesia lahir dari kebulatan tekad para pemuda untuk menyatukan ragam perbedaan dalam tujuan yang sama, Bhinneka Tunggal Ika.

Namun, Kedaulatan dan keutuhan Negara Kemerdekaan Republik Indonesia (NKRI) saat ini sedang mengalami cobaan yang membutuhkan perhatian dan penanganan yang serius dari seluruh komponen bangsa. Upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa mulai menggerogoti kehidupan masyarakat dari seluruh aspek, termasuk kebhinekaan yang menjadi roh bangsa Indonesia belakangan ini pun sedang dalam cobaan besar.

Keprihatinan ini pun muncul dari sebagian besar masyarakat Indonesia untuk menjaga komitmen yang semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni kebhinekaan, serta sangat menjunjung tinggi NKRI. Termasuk juga, muncul dari para seniman musik Indonesia yang merespon dinamika kebangsaan akhir-akhir ini dengan sebuah gerakan moral yang dikumandangkan lewat sebuah single dan video clip “Satu Indonesiaku” yang diluncurkan hari ini, Selasa (20/12) siang di Jakarta.

Gerakan moral lewat tembang “Satu Indonesiaku” ini, digagas Tantowi Yahya sebagai Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Indonesia (PAPPRI), Gumilang Ramadhan Ketua Asosiasi Imdustri Rekaman Indonesia (ASIRI), dan didukung Erwin Gutawa seorang musisi dan arranger, serta Toni Sianipar sebagai clipmaker handal. Mereka ber-empat mengajak 30 artis penyanyi top Indonesia lintas genre, generasi, etnis, dan agama untuk berkolaborasi dalam satu komposisi musik istimewa.

Single “Satu Indonesiaku” sendiri, Erwin Gutawa mencoba meramu empat mahakarya yaitu Rayuan Pulau Kelapa (Cipt. Ismail Marzuki), Kolam Susu (Cipt. Yok Koeswoyo), Zamrud Khatulistiwa (Cipt. Guruh Soekarnoputra), dan Pemuda (Cipt. Candra Darusman), menjadi komposisi baru sebagai alat yang efektif untuk menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan persatuan di masyarakat. Menurut Tantowi Yahya, setiap komponen bangsa harus berkontribusi positif untuk merawat kebhinekaan Indonesia.

“Sebagai seniman musik, kami bisa menjadi agent of peace lewat sebuah karya lagu yang akan terus kami kumandangkan untuk memunculkan semangat kebangsaan bagi siapapun yang mendengarkannya. Untuk itu, single ini akan diputar di seluruh radio di Indonesia melalui PRSSNI, dan video clip-nya akan tayang di seluruh televisi swasta yang tergabung di ATVSI, Youtube Channel, Penerbangan Garuda, Jaringan Bioskop XXI, serta Pusat Perbenjaan, Hotel dan Restoran,” ujar Tantowi Yahya.

Acara peluncuran single dan video clip “Satu Indonesiaku” yang didukung penuh oleh Telkomsel ini, digelar di Djakarta Theatre Ballroom. Selain dihadiri artis pendukung, para lebel rekaman serta undangan lainnya. Nampak hadir pula ikut mendukung dan memberi apreasiasi gagasan ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menkominfo Rudiantara, Menpar Arief Yahya, dan Menperdag Enggartiasto Lukita. Tantowi juga berharap, lewat jajaran Kementerian serta Kapolri yang hadir, mampu memberi energi lebih besar lagi menggelorakan semangat kebhinekaan dan kesatuan melalui lagu ini.

Single “Satu Indonesiaku” menjadi istimewa, karena kehadiran para seniman musik ini menandai bahwa dunia musik paling merdeka tanpa sekat, basa-basi, dan penuh narasi. Mereka melenggang dalam kebersamaan tanpa perbedaan atau kepura-puraan, tanpa peduli asalnya dari mana, bahasanya apa, warna kulitnya, umurnya berapa, gendernya apa, agamanya apa, dan bahkan Tuhan mu apa?. Layaknya seperti sebuah instrumen musik yang berbeda bentuk dan nada bunyi, kebhineka tunggal ika-an menyatu lewat komposisi harmonis yang enak didengar. Cuma satu kata yang mempertemukan mereka dalam kesamaan dan persahabatan, yakni bahasa musik!|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*