20 Musisi Gospel ft. Israel Houghton, Akan Tampil di IGF 2018

20181109_211521-800x562-600x422

UrbannewsID Musik | Musik gospel adalah sebuah genre musik yang dicirikan oleh vokal yang dominan (seringkali dengan menggunakan harmoni yang kuat), liriknya yang bersifat religius, khususnya Kristen, yang awalnya diperkenalkan oleh orang-orang Kristen kulit hitam di Amerika. Dan, beberapa subgenrenya adalah contemporary gospel dan urban contemporary gospel. Gospel sebenarnya memiliki nuansa lebih fushion (Rock, Jazz, dan Gospel).

Beberapa contoh saat ini yang masih benar-benar menggunakan aliran musik gospel adalah Israel Houghton. Namun saat ini pengertian musik gospel telah meluas menjadi genre musik rohani secara keseluruhan. Di Indonesia, musik gospel beraliran pop dan rock banyak dipopulerkan oleh musisi seperti Franky Sihombing, Giving My Best, Nikita, True Worshippers dan banyak lagi.

Karena gospel sudah menjadi bagian genre musik, dan keberadaannya sudah dikenal luas. PT Sari Pacific kembali menggelar sebuah festival musik gospel terbesar di Indonesia ke-2, “Indonesia Gospel Festival (IGF) 2018”. Acara yang akan menampilkan lebih dari 20 musisi gospel dari berbagai gereja di Indonesia dan manca negara ini, akan berlangsung Sabtu, 10 November di ICE BSD Tangerang, mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam.

Deretan penampil di festival gospel tahun ini, puluhan anak muda dan para musisi berbakat antara lain penyanyi gospel Amerika peraih Grammy yaitu Israel Houghton & New Breed. Ada juga 3RDWave Korea. Sementara dari Indonesia, hadir para penyanyi yang reputasinya sudah tidak diragukan lagi seperti Barry Likumahuwa, Sari Simorangkir, Yamaha Worship Project, Saykoji, Albert Fekdawer, Daniel Sigarlaki, Sidney Mohede, dan masih banyak lagi.

Artha Meris Simbolon dari PT Sari Pacific, selaku pendukung utama IGF merasa bersyukur dapat berpartisipasi dalam mewujudkan acara besar ini. Perempuan pengusaha ini mengaku bahwa ini adalah panggilan hatinya untuk terlibat dalam acara ini. “Keterlibatan saya di IGF ini adalah sebagai bentuk rasa syukur saya kepada Tuhan atas segala kebaikan yang selama ini sudah dilimpahkan kepada saya,” tukas Artha, Jumat (9/11) di Jakarta.

Diluar kesibukan sebagai pengusaha, ternyata Artha Meris berkarir sebagai penyanyi di genre rohani. Dengan nama Maleena, dia merilis album perdana berjudul Maria Magdalena pada tahun 2017 dengan hit single berjudul “I Surrender”. Album yang dibuat berdasarkan pengalaman pribadi ini melibatkan produser dari tiga negara yakni Hongaria, Inggris dan Australia. Dan, di acara IGF 2018 ini, Artha Meris bersama grupnya Maleena & Friends juga tampil membawakan sejumlah nomor gospel.

Ia menambahkan bahwa festival ini tidak hanya sekedar ajang musik, namun juga sebagai wadah untuk beramal karena sebagian dari penjualan tiket ini akan disalurkan untuk membantu anak-anak muda yang berbakat di bidang musik. “Saya sudah membuktikan bagaimana melalui musik rohani saya bisa kembali dekat kepada Tuhan, jadi saya ingin melalui musik juga, anak-anak muda diberikan kesempatan untuk beraktifitas secara positif,” lanjutnya.

Aditya Putra selaku Ketua Panitia Indonesia Gospel Festival 2018, menuturkan bahwa setelah sukses menggelar IGF 2017, dia mencoba membuat festival ini kian memuaskan para penikmat musik gospel. “Menggabungkan seni dan musik, festival ini menjembatani dua gaya kreatif dalam satu wadah. Para pengunjung akan dapat menikmati keindahan estetika dan inspirasi luar biasa yang ditampilkan di Indonesia Gospel Festival 2018.”

Aditya menambahkan, pegelaran kedua ini selain Live Music Indonesia Gospel Festival, juga menghadirkan tenant food & beverage, food truck, komunitas dan beragam fasilitas lain, sehingga diharapkan dapat melebihi kesuksesan tahun lalu ketika berhasil mengumpulkan lebih dari 6.000 anak muda dari Indonesia maupun dunia, termasuk oleh 23 musisi gospel dari Indonesia dan Planetshakers.|Edo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*